The Idea of You adalah film yang berhasil menarik perhatian banyak peminat Film Romance, menyajikan kisah cinta yang tidak hanya manis dan penuh gairah, tetapi juga menyentuh isu sosial tentang perbedaan usia dan sorotan media. Sebagai penikmat kisah romantis, saya jamin film yang di bintangi oleh aktris kaliber Anne Hathaway dan aktor muda berbakat Nicholas Galitzine ini akan membuat Anda terbawa perasaan, mulai dari senyum tersipu hingga merasakan getirnya sebuah pilihan hidup. Film ini adalah adaptasi dari novel populer dengan judul yang sama karya Robinne Lee, dan berhasil di terjemahkan ke layar lebar dengan chemistry yang kuat dan narasi yang terasa relevan dengan dinamika percintaan modern di bawah lensa publik.
The Idea of You: Ketika Dunia Galeri Seni Bertemu Panggung Pop Dunia
Film The Idea of You (2024) menceritakan kisah yang berpusar pada Solène (di beberapa versi novel atau early promo disebut Sophie, tetapi di film dikenal sebagai Solène Marchand), seorang ibu tunggal berusia 40 tahun yang merupakan pemilik sukses dari sebuah galeri seni di Los Angeles. Kehidupannya yang sudah mapan dan tenang, meskipun sedikit terpengaruh oleh perceraiannya, tiba-tiba bertemu dengan pusaran yang tak terduga: Hayes Campbell, vokalis utama boy band terpopuler dunia, August Moon, yang baru berusia 24 tahun. Perbedaan usia 16 tahun antara Solène dan Hayes inilah yang menjadi premis utama yang menarik sekaligus problematik dalam alur cerita.
Awal Mula Romansa Tak Terduga di Coachella
Kisah cinta mereka berawal dari sebuah kebetulan yang paling klise namun paling di dambakan dalam fantasi romansa: festival musik Coachella. Solène terpaksa menemani putrinya, Izzy (Ella Rubin), ke festival tersebut setelah mantan suaminya, Daniel (Reid Scott), membatalkan janji. Karena sebuah kesalahpahaman saat mencari toilet, Solène secara tak sengaja masuk ke trailer VIP dan bertabrakan dengan Hayes Campbell. Pertemuan singkat yang canggung itu ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Hayes.
Siapa sangka, bintang pop dunia yang tampan, bertalenta, dan sedang berada di puncak ketenaran itu justru tertarik pada Solène yang merasa dirinya “terlalu tua” untuk Hayes, bahkan bagi dirinya sendiri untuk kembali jatuh cinta. Ketertarikan Hayes pada Solène tidak berhenti di belakang panggung. Ia bahkan datang mengunjungi galeri seni Solène, menunjukkan keseriusan dan gairah yang sulit di tolak oleh Solène. Dari sanalah, percikan asmara timbul dan dengan cepat berkembang menjadi hubungan yang intens dan rahasia.
Karakter Utama yang Membawa Emosi dan Konflik
Dua karakter utama dalam The Idea of You adalah tulang punggung emosional film ini. Penampilan Anne Hathaway dan Nicholas Galitzine benar-benar berhasil membangun chemistry yang terasa meyakinkan dan memorable.
Solène Marchand: Ibu Tunggal yang Menemukan Gairah Kedua
Solène Marchand, yang di perankan dengan sangat baik oleh Anne Hathaway, di gambarkan sebagai wanita yang elegan, cerdas, dan telah melewati masa-masa sulit perceraian. Di usia 40 tahun, ia telah memprioritaskan putrinya dan karirnya, merasa bahwa babak romansa dalam hidupnya mungkin sudah tertutup. Karakter Solène ini adalah representasi dari banyak wanita matang yang mungkin lupa bahwa mereka masih berhak untuk bahagia dan di cintai dengan cara yang spontan dan menggairahkan.
Konflik batin Solène adalah yang paling menarik. Ia bukan hanya berhadapan dengan perbedaan usia, tetapi juga dengan stigma masyarakat dan ketakutan akan dampak hubungan tersebut terhadap Izzy, putri remajanya. Kita bisa melihat Solène berjuang keras antara kebahagiaan pribadinya yang baru ditemukan dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Keberaniannya untuk membuka hati pada Hayes, yang notabene adalah seorang rockstar dengan gaya hidup yang bertolak belakang, adalah pesan kuat tentang self-love dan second chances dalam percintaan.
Hayes Campbell: Pop Star yang Mencari Koneksi Sejati
Nicholas Galitzine memerankan Hayes Campbell sebagai vokalis August Moon yang menawan, karismatik, dan memiliki bakat musik yang tak terbantahkan. Di usia 24 tahun, ia memiliki segalanya: ketenaran, kekayaan, dan jutaan penggemar histeris. Namun, di balik itu semua, Hayes adalah sosok yang mendambakan hubungan yang nyata dan dalam, jauh dari hiruk pikuk dan kepalsuan dunia selebritas.
Hayes melihat Solène sebagai pelabuhan dari badai kehidupannya. Solène tidak mengenalnya sebagai pop star pada awalnya, dan inilah yang membuat Hayes merasa dilihat sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai ‘Hayes Campbell dari August Moon’. Peran Hayes yang lebih muda, namun ternyata lebih dewasa dan tegas dalam mengejar dan mempertahankan Solène, memberikan narasi yang menyegarkan pada dinamika age-gap romance. Ia adalah sweetheart yang romantis, namun juga seseorang yang tertekan oleh ekspektasi industri dan para penggemar yang merasa memiliki hak atas kehidupan pribadinya.
H3: Dinamika Hubungan yang Menggugah: Age-Gap Romance dan Isu Feminisme
Film ini tidak hanya sekadar menyajikan kisah cinta manis. Salah satu poin terkuat dari The Idea of You adalah keberaniannya mengangkat isu age-gap romance, di mana wanita yang lebih tua jatuh cinta pada pria yang jauh lebih muda, serta menggaungkan isu feminisme.
H4: Menepis Stigma Cinta Beda Usia
Dalam budaya populer, kisah cinta dengan pria yang lebih tua dan wanita yang lebih muda seringkali di romantisasi, tetapi kebalikannya seringkali mendapat sorotan negatif, terutama bagi pihak wanita. Solène berulang kali menghadapi tatapan menghakimi dan komentar jahat di media sosial. Film ini dengan lugas menunjukkan bagaimana opini publik bisa menjadi ‘penghancur’ hubungan yang sebenarnya tulus.
The Idea of You mencoba menepis stigma ini. Hubungan Solène dan Hayes terasa otentik karena di dasarkan pada rasa hormat, pengertian, dan gairah yang setara. Mereka berdua berusaha melawan idealisme masyarakat tentang “seharusnya” kisah cinta berjalan. Kedewasaan Solène diimbangi dengan kedewasaan emosional Hayes, membuktikan bahwa chemistry sejati tidak di ukur oleh angka di KTP.
H4: Perspektif Feminin dan Ekspresi Seksualitas
Hal lain yang patut di acungi jempol adalah cara film ini menghadirkan perspektif feminis, terutama dalam penggambaran adegan intim. Adegan romantis dan seksual antara Solène dan Hayes di gambarkan secara dinamis dan fokus pada kesenangan Solène. Hal ini penting karena menunjukkan wanita matang yang kembali menemukan dan merayakan seksualitasnya setelah lama terabaikan. Ini adalah pernyataan bahwa wanita, terlepas dari status dan usia, berhak untuk mendapatkan dan menikmati gairah dalam hubungan, dan itu bukanlah sesuatu yang perlu di sembunyikan.
August Moon dan Soundtrack yang Menarik Perhatian
Tidak lengkap rasanya membahas film tentang pop star tanpa menyinggung musiknya. August Moon, boy band fiksi dalam film ini, terasa begitu nyata. Musiknya, yang beberapa di antaranya di nyanyikan langsung oleh Nicholas Galitzine, memiliki kualitas produksi yang tinggi dan sangat ear-catching.
Lagu-lagu August Moon tidak hanya menjadi latar belakang, tetapi juga menjadi bagian integral dari narasi, mencerminkan perasaan Hayes. Misalnya, lagu yang ia tulis untuk Solène. Musik ini semakin memperkuat citra Hayes sebagai artis sejati, bukan sekadar idol yang di atur oleh manajemen. Para penggemar Film Romance akan menikmati betapa musik dalam film ini berhasil memperkuat momen-momen manis dan dramatis antara Solène dan Hayes.
Kontroversi dan Perbandingan dengan Kisah Nyata
Sejak awal, film ini tidak bisa lepas dari rumor perbandingan karakter Hayes Campbell dengan Harry Styles, mantan anggota boy band populer One Direction, yang memang dikenal sering berkencan dengan wanita yang lebih tua. Kemiripan fisik, latar belakang sebagai lead singer dari boy band yang terdiri dari lima anggota, hingga selera fashion Hayes, seolah menguatkan asumsi tersebut.
Namun, baik penulis novel Robinne Lee maupun pemeran Solène, Anne Hathaway, telah berulang kali menegaskan bahwa The Idea of You bukanlah kisah nyata Harry Styles. Meskipun Lee mengakui Styles menjadi salah satu inspirasi awal, ia juga memasukkan inspirasi dari tokoh lain seperti Pangeran Harry dan orang-orang terdekatnya, memastikan bahwa Hayes Campbell memiliki identitas dan dunianya sendiri yang berbeda. Bagi penonton, perdebatan ini justru menambah hype dan ketertarikan terhadap film tersebut, menunjukkan betapa kuatnya dampak kultur boy band terhadap fantasi romantis.
Detail Mendalam: Konflik dan Pilihan yang Berat
Hubungan Solène dan Hayes, meskipun penuh gairah dan tulus, di penuhi konflik. Bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam.
H4: Intimidasi Media dan Fan Culture
Sorotan media dan penggemar adalah “musuh” terbesar dalam hubungan mereka. Ketika hubungan mereka terkuak ke publik, Solène menjadi sasaran komentar jahat (haters) dan bullying siber. Komentar-komentar pedas yang menyerang perbedaan usia, statusnya sebagai ibu tunggal, bahkan mempengaruhi putrinya, Izzy.
Film ini dengan cermat menunjukkan sisi gelap dari kultur penggemar ekstrem (stan culture), di mana para penggemar merasa memiliki hak atas hidup idola mereka. Ini memaksa Solène untuk menghadapi dilema: apakah kebahagiaan pribadinya sebanding dengan kekacauan yang ditimbulkannya pada kehidupan orang-orang yang ia cintai?
H4: Pilihan dan Pengorbanan untuk Masa Depan
Konflik memuncak saat Solène menyadari bahwa masa depan Hayes yang masih panjang sebagai bintang pop akan selalu bertabrakan dengan kebutuhannya akan ketenangan dan perlindungan bagi Izzy. Solène tidak ingin Izzy terus menjadi sasaran paparazzi dan cibiran.
Pilihan yang di ambil Solène pada akhirnya terasa realistis dan menyakitkan. Ini bukan akhir cerita dongeng yang sempurna, melainkan sebuah refleksi tentang pengorbanan yang di perlukan dalam cinta sejati. Film ini menyisakan akhir yang penuh harapan namun matang, di mana cinta mereka tidak berakhir, melainkan di letakkan pada jeda, dengan perjanjian untuk bertemu lagi saat waktu dan keadaan sudah lebih memungkinkan. Keputusan ini menunjukkan bahwa cinta sejati terkadang harus beradaptasi dengan realitas yang ada.
Ulasan dan Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Guilty Pleasure Romantis
Secara keseluruhan, The Idea of You adalah film romantis yang solid dan refreshing.
Kelebihan utama film ini terletak pada:
- Aktor Utama yang Memukau: Chemistry yang luar biasa antara Anne Hathaway dan Nicholas Galitzine. Hathaway menghadirkan kedalaman emosional yang membuat perjuangan Solène terasa begitu nyata.
- Narasi yang Relevan: Keberanian mengangkat isu age-gap dengan perspektif yang mendukung wanita dan menyoroti toxic fan culture.
- Soundtrack yang Catchy: Musik August Moon menambah daya tarik dan suasana romantis dalam film.
Ia adalah kajian tentang cinta di usia paruh baya, kesempatan kedua, dan pentingnya menempatkan diri sebagai prioritas.
Menutup Lembaran Kisah Solène dan Hayes dengan The Idea of You
Pada akhirnya, The Idea of You adalah kisah tentang bagaimana cinta bisa datang tanpa di duga dan tidak mengenal batasan usia, status, atau ketenaran. Film ini mengajak kita untuk merenungkan, apakah kita benar-benar siap mempertaruhkan segalanya untuk cinta yang besar, dan apa yang harus di korbankan demi kebahagiaan orang-orang yang kita cintai? Tonton film ini jika Anda siap untuk baper, gemas, sekaligus merasakan nyesek yang realistis.